Cara Jualan Di Shopee Tanpa Stok Barang

Dibandingkan dengan kompetitornya seperti Tokopedia, Bukalapak dan Lazada, Marketplace Shopee di Indonesia merupakan marketplace yang terbaru. Data dari Statista untuk tahun 2020 ini, trafik pengunjung di Shopee sudah melewati kompetitornya di Indonesia.

Statistik Marketplace Indonesia 2020
Data Statistik Marketplace Indonesia 2020

Dengan trafik pengunjung terbanyak saat ini, bagi pemula dunia bisnis online, berjualan di Shopee bisa dicoba. Tidak mempunyai barang untuk dijual, bukan halangan untuk membuka toko di Shopee.

Ada 2 cara jualan di Shopee tanpa stok yang umumnya dipakai para pelaku bisnis online. Kedua cara tersebut adalah :

Dropship

Dropship adalah cara berjualan dengan barang dari toko online lain dijual di toko dropshipper (penjual dengan cara dropship) setelah ditambah margin keuntungan.

Syarat utama dropship adalah toko supplier menerima pembelian dengan cara dropship. Artinya, toko supplier akan mengirim barang langsung ke pembeli toko dropshipper dengan menggunakan nama pengirim toko dropshipper. Dengan begitu, pembeli hanya tahu barangnya dikirim oleh toko dropshipper.

Berjualan dengan cara dropship harus menggunakan strategi agar sukses. Beberapa tips cara jualan di Shopee dengan cara dropship bisa sukses :

Waktu Pengiriman Setelah Order oleh Supplier

Mencari supplier yang mengirim orderan tepat waktu adalah keharusan. Berjualan di marketplace manapun dibatasi berapa hari barang harus sudah terkirim. Apabila belum terkirim, orderan otomatis batal.

Apabila mengambil supplier dari Tokopedia, bisa dicek, rata-rata waktu pengiriman supplier berapa lama. Pastikan tidak menggunakan supplier yang waktu pengirimannya lama sehingga mengakibatkannya batal pesanan di toko dropshipper.

Bintang Reputasi

Reputasi ini untuk memastikan barang yang dijual memuaskan pembeli. Apabila bintang reputasi di bawah 4 bintang, biasanya barang yang dijual tidak cukup memuaskan pembeli terutama dalam hal kualitas.

Apabila komplain pembeli karena lamanya pengiriman di kurir, hal tersebut tidaklah menjadi masalah. Karena toko manapun tidak bisa mengontrol kecepatan pengiriman saat barang sudah di tangan kurir.

Jumlah Barang Yang Sudah Terbeli

Apabila sumber supplier, 1 toko saja, harus dipastikan ada barang yang laris terjual. Produk yang banyak terjual, tetapi belum mencapai saturasi penjualan. Artinya produk sedang tren dan banyak dicari.

Ada juga dropshipper yang tidak menggunakan 1 supplier, tetapi mencari barang yang laris dijual untuk dijual dalam satu toko dropshipper. Kesulitannya adalah apabila ada pembeli yang membeli beberapa produk dan ternyata dari supplier yang berbeda-beda. Triknya bila menggunakan supplier yang berbeda-beda adalah dengan menjual barang dengan harga cukup mahal sehingga kemungkinan pembeli membeli lebih dari 1 barang, menjadi kecil.

Riset Keyword (Kata Kunci)

Pada saat sebelum upload produk di Shopee, harus melakukan riset keyword. Keyword yang paling bagus adalah keyword yang mempunyai trafik pencarian yang banyak tetapi kompetitor sedikit dan yang pasti harus berhubungan dengan produknya.

Keyword ini digunakan di judul dan deskripsi produk. Menggunakan judul yang sudah dengan keyword yang diriset, kemungkinan produk muncul saat pembeli melakukan pencarian di Shopee, lebih besar.

Edit Foto Produk

Jangan upload foto produk persis seperti foto produk di supplier. Edit fotonya misal mengubah warna background, memberi frame, menambah tulisan di foto.

Tujuannya agar terlihat seperti produk milik sendiri, bukan produk dropship.

Gunakan Fitur Gratis Semaksimal Mungkin

Tidak semua marketplace mempunyai fungsi promo gratis. Setahu penulis, Shopee yang memberi fitur promo gratis. Selain itu ada fungsi follow, dengan harapan menambah follower balik ke toko dropshipper.

Pre Order

Berbeda dengan Dropship, pre order adalah produk dari penjual sendiri, tetapi baru dibuat atau dipesan ketika ada pembeli. Dengan cara ini, mengurangi resiko modal berhenti atau tidak laku karena ada stok barang jualan yang menumpuk.

Hampir semua marketplace utama di Indonesia menyediakan fitur berjualan dengan cara pre order. Jadi bisa menjual barang dimana saja.

Perbedaan barang ready stock dengan pre order, tidak semua barang bisa dijual dengan cara pre order. Produk yang bisa dijual dengan cara pre order, di antaranya :

Produk Customize

Artinya produk tersebut unik. Barang baru dibuat ketika ada yang memesan. Dan pembeli bisa memesan sesuai keinginannya. Misalnya, gaun malam, silikon HP bergambar, souvenir dalam jumlah banyak.

Pesan dari Luar Negeri

Beberapa produk yang harus dipesan dari luar negeri karena belum ada yang menjual di Indonesia. Atau produk limited edition yang tidak dijual di Indonesia.

Bagi sebagian besar pembeli, membeli langsung dari luar negeri akan berhadapan dengan ongkos kirim dan pajak yang menjadikan ongkir dan pajak lebih mahal dari harga produk. Tetapi bagi sebagian penjual, hal ini tidak menjadi masalah karena sudah terbiasa dengan urusan import.

Persiapan Membuat Toko

Setelah mengetahui akan menjual produk apa, siapkan toko. Meskipun toko online secara fisik tidak ada, properti toko tetap harus ada, misalnya : nama toko, kontak dan logo.

Selain di marketplace, sebaiknya juga buat toko di Instagram, yang banyak dipakai untuk toko online. Persiapannya sama, nama toko, kontak dan logo. Di antara ketiga hal yang harus disiapkan, membuat logo mungkin tidak semua orang bisa. Logo bisa dibuat di platform-platform online yang menyediakan fasilitas membuat logo online yang gratis dan mudah. Seperti Canva, Logomkr, Logomaster, etc.